Melihat dari Dekat Sunda Kelapa Heritage (SKH)

Komunitas Sunda Kelapa Heritage 1

Sunda Kelapa Heritage sebetulnya berawal dari kegelisahan Mansur Amin (50) melihat anak jalanan yang tidak di urus, kurang lebih 8-9 tahun yang lalu membentuk pembinaan anak jalanan melalui seni budaya dengan membentuk komunitas musik Sahabat Kota Tua di Jakarta Barat.

 

Selain anak jalanan biasanya pembinaan diberikan kepada mereka yang kurang beruntung seperti para pemabuk, pengamen, pengguna narkoba, pencopet dan sejenisnya bahkan mereka yang memiliki kelainan seperti suka sesama jenis.

Sunda Kelapa Heritage 2

Sambil berbincang santai bersama para pencetus Sunda Kelapa Heritage , mereka mempunyai prinsip pada saat itu menyelesaikan persoalan dapat melalui berseni budaya.Dalam perkembangan yang cukup signifikan Sunda Kelapa Heritage mendapat pertentangan pandangan dengan pemerintah setempat karena adanya orang-orang yang menurut mereka kurang baik.

Dengan semangat pantang mundur serta banyaknya dorongan dari para sahabat dan melihat kurangnya dukungan pemerintah melihat kebudayaan sendiri, Sunda Kelapa Heritage akhirnya mengukuhkan diri menjadi komunitas pada tanggal 10 November 2012, yang kemudian lauching pada tanggal 12 Desember 2012.

Mansur Amin memang merupakan Ketua dari Sunda Kelapa Heritage sekaligus inspirator bagi para anggota-anggotanya.

Pernah melakukan riset heritage tentang Kapal Pinisi ke daerah Sulawesi Selatan selain dengan anggaran dana pribadi SKH juga mendapat dana dari Tapperware, Ibu Sekar Chamdi (40) adalah Bendahara SKH yang mendapat penghargaan sebagai Perempuan Tapperware.

Dengan kepedulian yang besar pada budaya Indonesia akhirnya dana tersebut pun di gunakan untuk kegiatan riset dengan bentuk pencatatan riset seperti mendokumentasikan dalam bentuk foto.

“Dana ini bisa untuk kegiatan riset, karena kita melihat pendokumentasian pemerintah terhadap budaya Indonesia itu sangat minim bahkan bisa dibilang tidak terlihat” ujarnya.

Komunitas Sunda Kelapa Heritage 3

Tak ayal hal tersebut membangun kesadaran para anggota semakin semangat. Kurang lebih ada 40 orang anggota aktif di Sunda Kelapa Heritage , dengan struktur kepungurusan ketua, sekretaris, bendahara dan ada beberapa seksi dikepengurusan.

Mansur mengatakan “Sudah ada komunitas yang sama di berbagai daerah misalnya seperti Bali Heritage, Kendari Heritage, Pontianak Heritage, Toraja Heritage, dan Luwu Heritage dengan harapan semakin banyak pemerhati kebudayaan semakin bagus untuk bangsa ini” kemukanya.

Event perdana kegiatan komunitas ini adalah kegiatan apresiasi seperti pagelaran musik dan tari-tarian di Sunda Kelapa dan masih banyak kegiatan Sunda Kelapa Heritage yang dilakukan seperti pelatihan kerajinan tangan Ibu-ibu PKK, santunan pada anak-anak, wisata bahari dengan mengunjungi 12 destinasi wisata Jakarta Utara.

Tidak ada syarat khusus untuk bergabung di Sunda Kelapa Heritage, “tinggal datang dan bergabung bisa langsung menghubungi ke 0838.7598.3768 atau ingin diskusi ke alamat email skh12122012@gmail.com” ucap Pak mansur.

“SKH berharap pemerintah agar bisa peduli lagi pada kebudayaan tidak hanya basa-basi belaka” tutupnya.

Artikel Ini dimuat di Majalah Rumah Konstituen Hal. 14 Edisi Februari-Maret 2015 Klik tautan berikut untuk >> Download Majalah Rumah Konstituen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *