OMK PELOPOR BER-MEDSOS SEHAT

OMK Pelopor

Tema “OMK PELOPOR BER-MEDSOS SEHAT” ini menarik karena kehadiran internet dan media sosial memang menjadikan hidup/bersosial kelihatan menjadi jauh lebih mudah. Akan tetapi, seringkali yang mudah itu tidak selalu membawa KEBAIKAN.

Maka keinginan saya berbicara tema ini adalah untuk mengajak Orang Muda Katolik menjadi proaktif dengan mempelopori isu-isu positif (OMK Pelopor) sebagai bentuk keberpihakan kita pada aksi/kampanye yang mendidik masyarakat serta sebagai bentuk perlawanan pada media sosial negatif yang terus menyelimuti jagad dunia maya.

KEMERDEKAAN UNTUK MEMILIH
Ketika saya mempergunakan internet dan media sosial, saya sesungguhnya sudah menandatangani pakta bahwa saya setuju untuk menghilangkan kemerdekaan dalam memilih.

Omk Pelopor 3

Google, misalnya, akan mencatat pola pencarian kita lewat algoritma yang mereka ciptakan. Itulah sebabnya mesin pencari ini tampak sangat cerdas. Kita disuguhkan oleh mesin pencarian apa yang kita inginkan melalui algoritmanya. Maka langkah awal untuk mempelopori diri kita sendiri dalam memilih (Kita itu Merdeka), dan jangan MALAS memilah apa saja yang ingin kita sharing.

PERCAYA PADA APA YANG KITA YAKINI
Kata ini saya yakini merupakan kompas dari manusia untuk melakukan semua aktivitas sosialnya. Manusia akan merasa lebih percaya kepada sesamanya yang satu suku, satu agama, satu ras, dan lain sebagainya (Identitas).Hal ini disebabkan rasa lebih percaya yang menimbulkan keyakinan bahwa mereka akan lebih mudah bekerja sama.

Demikian juga kita, jangan ragu “PERCAYA PADA APA YANG KITA YAKINI” menjadi OMK pelopor gerakan, aksi, dan kampanye bersama mereka yang memiliki passion yang sama. Mari kita mencontoh dari mereka-mereka yang mengkampanyekan anti berita hoax:

  1. “Fanpage” Indonesian Hoaxes Community, jumlah anggotanya mencapai puluhan ribu. Fanpage ini memberikan wadah bagi pengguna FB yang ingin bertanya dan mengklarifikasi berbagai macam informasi dan berita.
  2. Gudanghoax.com, blog ini menjadi referensi mengenai isu-isu, rumor, dan hoax. (Sumber : Kompas, Hal. 12, Edisi 4 Mei 2017)

PILIH AKSIMU
Dengan menjadi OMK pelopor, kita mempunyai kesempatan untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat terlebih dahulu, sehingga tatkala apa yang kita pelopori memenuhi harapan umat maka hal itu akan diterima dengan baik (Proses Dialektika).

Misalnya bagaimana mereka yang mengkampanyekan anti berita hoax diatas bisa menjadi referensi, rujukan, dan motivasi bagi warga Indonesia. Maka pilih aksi positif apakah yang kita ingin pelopori? Tentunya yang positif ya.

MEDSOS YANG HENDAK KITA PELOPORI ADALAH SEBAGAI :

  1. RUANG SHARING
    Wadah yang digunakan untuk membagi suatu file, perangkat dan data untuk digunakan secara bersama-sama sesuai dengan isu-isu positif yang ingin kita bagikan
  2. PROPAGANDA AKSI TERKAIT KEGIATAN.
    Wadah untuk mengkampanyekan kegiatan positif kita untuk mempengaruhi khalayak banyak.
  3. FILTER.
    Wadah referensi untuk memilah dan menyaring berbagai informasi yang ada pada kita, sebagai pembanding informasi negatif yang beredar.
  4. KETERLIBATAN.
    Wadah sebagai bentuk ketelibatan kita dalam membangun Media Sosial yang sehat bagi warga Indonesia.
  5. RESPON POSITIF ISU ISU TERBARU.
    Memberikan tanggapan balasan atas informasi yang muncul, maka tanggapan ini biasanya memberikan informasi positif yang mencerahkan.Maka dari kita semua pasti memiliki aktivitas sosial. Nah, manakah aktivitas yang ingin kita kampanyekan dan bagikan kekhalayak banyak?

TANTANGAN BERMEDSOS SEHAT

  • Ketika kita tidak mengusai bahan atau materi apa yang ingin kita kampanye atau sharingkan sehingga cenderung menjadi pelaku copas atau pelempar isu teruss larii / Hit and Run.(hayoo.. ngaku??).
  • Media arus utama seperti Koran, Televisi, Radio termasuk media-media online itu sendiri. Bagaimana kita aktif sebagai kontroler dari berbagai pintu utama informasi diatas.
  • User yang mendakwah informasi hoax, bahkan mereka yang bekerja di Industri HOAX.

CONTOH KASUS :

  1. Indramayu, Jawa Barat
    Warga Desa Ilir, Perean Girang dan Bulak menyerang warga Desa Curug, Kec. Kadanghaur (10/1/17). Dipicu beredarnya kabar di Facebook yang menyebutkan Ato, Warga Desa Ilir, meninggal di keroyok warga curug. Padahal, Ato meninggal karena kecelakaan tunggal.
  2. Jakarta
    Beredar ajakan untuk menarik uang besar-besaran dari bank karena akan ada kerusuhan pada 25 November 2016.
  3. Batam
    Beredar foto palsu seolah terjadi kerusuhan dan pembakaran di Kota Batam. Hoaks ini berdampak turunnya jumlah wisatawan dari Singapura ke Batam.

SESI TANYA – JAWAB

  1. BAGAIMANA TIPS MEMBEDAKAN INFO YANG HOAX DAN YANG TIDAK ?

    Pertama, Kenali identitas media. Biasanya kita bisa mengidentifikasi (a) susunan redaksi, (b) pemilik media, (c) alamat/kontak yg bisa di konfirmasi. Bila tidak ada 3 unsur tersebut, kita bisa cek melalui situs http://whois.domaintools.com/. Apabila tidak menghasilkan apa-apa, maka JANGAN PERCAYA dengan media tersebut.Kedua, Kenali jenis konten. Apakah benar-benar berisikan berita atau justru hanya opini yang profokatif. Nah, kita dapat mengandalkan media yang jika ia menjalankan prinsip jurnalisme: (a) Faktual, berbasis data yang bisa di percaya. (b) Verifikatif, data yang disajikan telah lebih dulu dicek ulang. (c) Berimbang, melihat peristiwa/isu dari berbagai sisi.
  2. BAGAIMANA MENYIKAPI INFORMASI HOAX YANG SUDAH TERLANJUR BEREDAR ?
    Yang sederhana adalah kita tidak ikut-ikutan mengulang membagikan. Sambil mencari sumber yang pasti. Misalnya dalam pemberitaan konflik Rohingya di Myanmar. Berbagai media daring ramai menampilkan foto tumpukan mayat di antara biksu. Namun, sebenarnya foto tersebut diambil dari peristiwa gempa bumi di Prov. Qinghai, Tiongkok, 2010.
  3. APA BEDANYA HOAX DENGAN PROPAGANDA ?
    Propaganda itu rangkaian pesan yang bertujuan untuk MEMPENGARUHI PENDAPAT dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang. tapi propaganda tidak menyampaikan informasi secara obyektif, tetapi memberikan informasi yang dirancang untuk memengaruhi pihak yang mendengar atau melihatnya. Hoax. Jelas menyebarkan berita bohong dan tidak objektif. Media mainstream atau media arus utama dan termasuk media apapun memiliki potensi menyebar berita hoax. Maka disediakan Lembaga Penyiaran Indonesia sebagi pengontrol dari pihak pemerintah. Namun masyarakat juga bisa menjadi partner sekaligus pengontrol utama kok.
  4. BAGAIMANA MEMBERI PENGETAHUAN KEPADA TEMAN YANG SUDAH TERLANJUR TERMAKAN MEDIA HOAX DAN SELALU MENGIKUTINYA ?
    Kita bisa memberikan informasi/berita pembanding yang bisa dipercaya. Jika kita masuk grup hoax ya kita harus siap bertempur. Mau bagaimanapun itu sudah komunitas hoax, yang sengaja dipelihara. Jangan lelah untuk terus sajikan informasi melalui sumber-sumber yang bisa dipercaya.
  5. BAGAIMANA CARA MENANGGAPI ANCAMAN VIA MEDSOS, DAN BAGAIMANA CARANYA SUPAYA KITA DI MEDSOS TIDAK GENTAR UNTUK MEMBERIKAN INFO YANG ORIGINAL ?
    Bila ada ancaman, silahkan screen shoot dan laporkan saja ke pihak berwajib. Pasal 368 ayat 1 KUHP tentang pemerasan dan pengancaman.
  6. APAKAH DENGAN FANPAGE BISA MEMINIMALKAN PENYEBARAN HOAX ?
    Bisa, apalagi kalau pengikutnya cukup banyak dan mencantumkan sumber-sumber informasi. Lawan hoax dengan tindakan/aksi nyata dan bukti meyakinkan ketimbang ngotot-ngototan di media sosial. OMK Pelopor bersiap membuat dan mengkampanye kegiatan kita sendiri. Kemudian kita bangun medsos kegiatan kita sebagai sumber informasi positif. Kontrol terbaik terhadap berita hoax adalah sikap kritis kita terhadap berbagai berita yang muncul. Kita punya akal sehat untuk mencermati semua fenomena sosial dengan pengamatan indera kita.
  7. BAGAIMANA CARA MEMBERI PENJELASAN MENGENAI BERITA HOAX KEPADA MASYARAKAT YANG TAK BERPENDIDIKAN TINGGI ?
    Biasanya dengan karakter masyarakat seperti itu bisa diberikan contoh nyata. Contoh: melalui uji coba dan memperlihatkan informasi yang kita temukan secara langsung atau melalui media visual/video. Saya hanya mengajak mari kita bermedsos bersama dengan cara dan berpikir dan bertindak bijaksana.
  8. BEBERAPA WAKTU LALU SEMPAT GENCAR PASUKAN MEDSOS ANTI HOAX. SEJAUH INI BAGAIMANA PERAN ORANG MUDA KATOLIK DALAM MEMERANGI HOAX ?
    OMK yang terdeteksi tentunya kita bisa melihat akun/media dari akun tersebut sebagai bentuk memverifikasi akun itu adalah OMK. Jejaring anti hoax kita bisa bangun sendiri (membuat aksi anti hoax versi kita sendiri) atau juga bersinergi dengan lintas agama.

MARI MULAI MENJADI SANG PELOPOR.

  1. Dimulai dari niat kita dahulu. Bulatkan tekad menjadi pionir.
  2. Mempunyai kapabilitas, sadar betul apa itu kegunaan medsos, resiko bermedsos, dan peka menanggapi isu negatif segala yang muncul pada medsos. Jadi siap belajar dari berbagai sumber (terutama sumber Original).
  3. Keluarga, sadar bahwa memulai dari orang terdekat kita seperti keluarga, teman bermain, atau teman kos untuk saling mengedukasi.
  4. Lingkungan sekitar, sadar bahwa kita bisa meracuni virus-virus kepeloporan kita ke desa/kampung , organisasi atau lingkungan kerja kita.
  5. Memperkuat kepeloporan kegiatan, mari libatkan keluarga kita, teman kita, sahabat berorganisasi kita. Maka otomatis hal ini akan menjadi gerakan sosial.

Mari Mulai menjadi sang pelopor dalam hal-hal kebaikan untuk lingkungan sekitar kita.
Sebarkan virus-virus positif yang perluasannya bisa menjadi endemi dilingkungan kita.
Dengan memelopori kebiasaan baik hal itu akan menjadi budaya yang akan mengubah perilaku kita.

*Tema “OMK Pelopor Ber-Medsos Sehat” ini dibagikan pada Kuliah Online (Kulon) di Group Whatsapp “Jaringan OMK/Mudika Indonesia” Edisi Kamis, 4 Mei 2017
**Tema ini juga dimuat di Cybermedia Mudika Kobar

10 thoughts on “OMK PELOPOR BER-MEDSOS SEHAT

  1. Pingback:Teknologi itu Diciptakan Untuk Meningkatkan Taraf Hidup Manusia

  2. Pingback:Orang Muda Bicara Lintas Agama dan Kepercayaan - Edi Silaban

  3. Pingback:2019

  4. Pingback:cleantalkorg2.ru

  5. Pingback:#macron #Lassalle

  6. Pingback:a2019-2020

  7. Pingback:facebook

  8. Pingback:facebook1

  9. Pingback:javsearch.mobi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *