Membangun Komunitas Orang Muda Katolik yang Berbhinneka

Diskusi Dengan Pesantren Kampung Inggris Megamendung
Komhaak KAJ

Komunitas adalah kelompok sosial yang mempunyai habitat lingkungan dan ketertarikan yang sama dalam ruang lingkup kepercayaan ataupun ruang lingkup yang lainnya[1]. Dalam Gereja Katolik juga memiliki beberapa komunitas salah satunya yaitu Orang Muda Katolik (OMK) yang merupakan garda terdepan bangsa dan masa depan gereja.

Komisi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (KOMHAAK KAJ) rutin melaksanakan kegiatan Kaderisasi Dasar (Kardas) bagi orang muda yang dipersiapkan untuk terlibat pada bidang sosial-politik dan kemasyarakatan terutama yang berkaitan dengan isu-isu pluralitas, hubungan dan kerja sama antar agama.

Seluruh kegiatan dikoordinir oleh orang muda dan disajikan berbagai sessi seputar dunia OMK, menggali spiritulitas para pemuda, outbound, dan materi dasar dalam mengelola jaringan. Pemateri yang dihadirkan merupakan narasumber yang mumpuni dalam bidangnya masing- masing. Yang membedakan kegiatan ini adalah terdapat sessi materi yang narasumbernya merupakan pimpinan Pondok Pesantren Assalam Kampung Inggris, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ali Qohar (Gus Aang) dan K.H. Taufik (Pendiri Ponpes) masuk bersama beberapa santrinya dengan memberikan sapaan, bersalaman, bahkan berpelukan dengan tiga puluhan OMK. “Bagaimana rasanya berjumpa dengan teman-teman santri ?” tanya Gus Aang membuka diskusi. “Tentu mungkin ada yang merasa risih berpelukan atau bahkan baru pertama kali bertemu dan langsung bersentuhan” tambah K.H. Taufik.

Sepanjang sessi materi berjalan seru dan sangat interaktif, seluruh peserta bertanya berbagai persoalan, Tentu bicara tentang Indonesia tanpa Islam bukanlah Indonesia, begitupun sebaliknya. Kehadiran Gus Aang dan para santri membuka pikiran para OMK yang hadir bahwa musuh bangsa bukan agama Islam melainkan radikalisme. Kemudian, menegaskan bahwa masih banyak tokoh-tokoh seperti Gus Aang dan K. H. Taufik yang memiliki semangat kebhinekaan.

Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan agar gereja mempunyai OMK yang “peka” (arti luas) dalam hidup bersosial dalam bingkai etika dan moral, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan kader gereja yang siap terjun di tengah masyarakat serta OMK yang mampu membangun dan merawat komunitas ditengah kemajemukan Indonesia. Acara dilaksanakan mulai 24-26 Agustus 2018 di Ciawi, Jawa Barat. Peserta yang hadir berusia 16-35 tahun dengan berbagai latar belakang (pelajar, mahasiswa, karyawan, dsb)

[1] Wenger, 2002:4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *