Hari Ini Opini Politik Saya Adalah Ahok Yang di Tolak

Hari ini opini politik saya adalah ahok yang ditolak
Ahok Berjoged

Menurut Yunarto Wijaya yang dimuat di salah satu media online pada tanggal 3 Juli 2015, “politik adalah jalan yang ditunjukkan Tuhan. Di dalamnya ada semangat, ada gairah ada perasaan bekerja dengan hati.

Ketika ia tidak berkontribusi kepada sistem politik, maka ia juga menanggung dosa dari sistem politik itu sendiri”.

Saya hari ini diberikan kesempatan untuk merasakan bahwa ternyata menanggung dosa yang dimaksud diatas juga tidak hanya berefek bagi orang tersebut yang tidak berkontribusi pada sistem politik tapi juga bagi diri kita sendiri bahkan masyarakat.

Dalam perjalanan sore saya, menjalankan tugas untuk mensurvei beberapa tempat di DKI, dimana tempat yang disurvei diperuntukkan untuk melaksanakan kegiatan politik beberapa bulan kedepan. Ada hal yang cukup mencengangkan bagi saya. opini politik

Menyambangi sebuah lapangan sepak bola di Muara Angke, saya dengan semangat turun dari kuda bermesin berwarna merah berinisiatif untuk bertanya kepada salah seorang ibu penjaga warung sembako yang letaknya ada didalam lapangan sepak bola.

Saya : “Permisi, Ibu saya bermaksud datang kesini ingin bertemu pengelola lapangan ini” tanya saya ramha.

Ibu : “Oh, iya mas coba ke bapak yang baju putih di sana” jawabnya sambil menunjuk kearah tengah lapangan.

Saya pun segera bergegas berjalan menghampir bapak yang dimaksud ibu tadi. Sesampainya ditengah lapangan, saya segera mengulurkan tangan bermaksud untuk berjabat tangan.

Saya : “Permisi pak” sapa saya.opini politik

Si Baju Putih : “Iya ada apa? anda dari mana?” tanyanya tegas.

Saya : “Perkenalkan pak (menyebut nama), saya bermaksut kesini untuk bertanya-tanya tentang penggunaan lapangan. saya dari relawan”.opini politik

Tiba-tiba ia begitu marah sambil mengatakan “Anda dari relawan mana? kalo Ahok saya ga terima.. ! saya tidak urusan dengan Ahok” imbuhnya ditengah lapangan yang di isi oleh sekitar 50-an anak-anak berlatih sepakbola.

“Semua warga disini tolak Ahok !!! saya tidak ada urusan dengan dia” lanjutnya dengan nada tidak suka sambil menunjuk-nunjuk ke sekeliling lapangan seakan mengeneralisir bahwa semua warga menolak Cagub itu. opini politik

“Yang boleh masuk kesini hanyalah Boy Sadikin” tandasnya sambil berjalan ke arah beberapa warga yang berdiri dekat pagar, terlihat seperti menceritakan kehadiran saya.

Kemudian diberbalik lagi dan menyampaikan “Pokoknya saya ga terima, cari tempat lain mas” sambil menghempaskan tangannya ke atas langit. opini politik

Dalam proses itu yang saya lakukan adalah tersenyum, kata-katanya memang sontak membuat saya kaget dan tak berkata-kata. opini politik

Beberapa anak-anak kecil melihat saya seperti tersangka, adapun seseorang warga menghampiri dan sekedar bertanya apa yang terjadi. Saya pun sedikit menjelaskan kepadanya dan tanggapan warga itu begitu santai dan tidak terlihat dari wajahnya kalau dia bagian dari yang menolak Ahok. opini politik

Yang membuat saya semakin heran, ternyata bapak berbaju putih itu belum memperkenalkan dirinya kepada saya sampai akhirnya memutuskan untuk kembali pulang tanpa tahu siapa pria setengah baya yang berteriak di wajah saya. opini politik

Dalam perjalanan, saya bertanya-tanya. Jika saya adalah Ahok yang ada dihadapannya.. Apakah bapak itu akan mengucapkan hal yang sama ? opini politik

Apakah dia akan berteriak seperti itu ? dan apakah dia paham ketika seseorang hadir dengan attitude yang baik dan dapat sesukanya meluapkan emosinya kepada orang itu ?

Kembali pada pernyataan Yunarto Wijaya tadi, “politik adalah jalan yang ditunjukkan Tuhan. Di dalamnya ada semangat, ada gairah ada perasaan bekerja dengan hati. Ketika ia tidak berkontribusi kepada sistem politik, maka ia juga menanggung dosa dari sistem politik itu sendiri”.

Setelah kejadian hari ini rasanya saya yang menanggung dosa-dosa si Ahok. Namun, saya kembali berpikir teriakan yang terluapkan oleh Si Baju Putih pada saya itu bukti bahwa Ahok berkontribusi pada sistem politik di ibukota.

Terlepas kontribusi itu baik atau tidak pasti ada saja warga tidak menyukai keputusan sang pemimpinnya yang pastinya memberi pengaruh dalam sistem politik itu sendiri.

Pada akhirnya saya sadar, ini memang hal yang wajar dan sah-sah saja. Tapi, disisi lain ketika sistem politik itu sendiri memberikan efek yang sekali lagi terlepas dari baik atau tidaknya keputusan dalam sistem itu tetap warga ibukotalah yang menilai dan merasakan.

Maka saya berpendapat setelah peristiwa yang saya alami harini, Ahok jelas berkontribusi pada sistem politik itu sendiri, dan efeknya berpengaruh tidak hanya pada dirinya sendiri.. tapi juga berefek pada siapapun.

Dan bila ada respon atau feedback sampai pada konstelasi terbawah pada sistem politik itu, maka kontribusi Ahok menyentuh akar rumput.

Kedepan semoga banyak kontribusi-kontribusi positif para pemimpin di Indonesia yang menyentuh sampai akar rumput.

1 thought on “Hari Ini Opini Politik Saya Adalah Ahok Yang di Tolak

  1. Pingback:Air Mata Hitam Veronica Tan Saat Membacakan Surat Ahok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *