Bertubuh Indonesia

Anak Indonesia
Anak Indonesia

Ketika dipanggil, ia telah bersiap menerima tongkat estafet Indonesia. Hanya ia menunggu giliran, Ini soal waktu.

Ibu pertiwi selalu menasehati bahwa setiap perjuangan ada resikonya, katakan “saya tidak akan lari”, bisik Ibu lewat angin-angin yang berhembus dari sela-sela hutan khatulistiwa.

Selain itu ia juga mendengar semilir suara Bung Tomo dari Timur Jawa,

“Hai tentara Inggris… selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih ‘Merah dan Putih’,

Maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapa pun juga! Lebih baik kita hancur lebur dari pada tidak merdeka. Semboyan kita tetap Merdeka atau Mati!”.

Terhitung mulai hari itu ia lahir. bola matanya Indonesia, saluran nafasnya Indonesia, mulutnya Indonesia, setiap potong tubuhnya itu Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *