Air Mata Hitam Veronica

Air Mata Hitam Veronica Tan

Perhentian pertama, kala air mata hitam veronica mengalir dari darah penderitaannya menapaki gunung batu terjal.

Semoga surat ini menenangkan segala daya upaya para pendukung yang menolak tunduk pada hukum yang menurut mereka belum adil.

Ya.. kini Ahok memutuskan menapakinya, Jalan penderitaanya masih panjang.

Ya.. kini kita dipaksa menerima suratnya walau para pendukung penuh sesak didada karena keras kepalanya Ahok atas niat bulatnya menjalani putusan.

Dan Sekali lagi ya.. hati ini bergetar atas berlapang dadanya si Penista menolak banding.

Ia membayangkan bagaimana kehidupan warganya yang duhulu dia pimpin terganggu atas aksi yang terus menerus hingga menguras energi.

Ia membela kehidupan berbangsa dan bernegara karena Jakarta dipandang sebagai ‘role model. Indonesia.

Maka, teladan itulah yang membuat seorang si Penista sejatinya seorang Lelaki.

Selanjutnya, lelaki itu menyerahkan kehidupannya pada putusan. Banyak yang bertanya-tanya ? mengapa si Penista diam? Mengapa menolak banding ? jawabannya karena dia sedang belajar mengampuni.

“Tetapi saya telah belajar mengampuni dan menerima semua ini. Jika untuk kebaikan berbangsa dan bernegara, alangkah ruginya warga DKI dari sisi kemacetan dan kerugian ekonomi akibat adanya unjuk rasa yang menganggu lalu lintas.”

Entah seluas apa pengampunan didadanya sehingga bisa berkata seperti itu.

Di rumah tahanan ia juga masih sanggup menuturkan ucapan terima kasih kepada para pendukungnya. sebagaimana ia mengatakan,

“Terima kasih telah melakukan unjuk rasa yang taat aturan dan menyalakan lilin perjuangan, konstitusi ditegakkan di NKRI dengan Pancasila dan UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

Mari kita tunjukkan bahwa Tuhan tetap berdaulat dan memegang kendali sejarah setiap bangsa. Kita tunjukkan bahwa kita orang yang beriman kepada Tuhan Yang Masa Esa pasti mengasihi sesama manusia, pasti menegakkan kebenaran dan keadilan bagi sesama manusia.”

Kata-kata ini membuat Air Mata Hitam Veronica tak berhenti. Ia menangisi nasib suaminya.. Ia menangisi keutuhan keluarganya.. Ia menangisi kekasihnya itu.

Tapi apa  mau dikata, Veronica hanya bisa mengusap air mata hitamnya itu. Dengan penuh sesak dan terbata Vero menutup surat suaminya yang berisi,

“Gusti ora sare…

Put your hope in the Lord now and always (Mazmur 131 ayat 3)

Kalau dalam iman saya, saya katakan: The Lord will work out his plans for my life (Mazmur 138 ayat 8a). Ahok BTP.”

Dalam raut wajahnya, terlihat bahwa ada harapan agar semua gunung terjal ini segera berlalu, pandangan matanya ingin sekali mengatakan “aku ingin sekali memelukmu dan mendekapmu didalam kebebasan untuk kembali bersama lagi, kemudian kita akan memulai memasang bata demi bata rumah kehidupan keluarga kita”.

Edi Silaban [Jakarta, 23/05/2017] 12:59

Baca juga: Hari Ini Opini Politik Saya Adalah Ahok Yang di Tolak

2 thoughts on “Air Mata Hitam Veronica

  1. Pingback:Teknologi itu Diciptakan Untuk Meningkatkan Taraf Hidup Manusia

  2. Pingback:Orang Muda Bicara Lintas Agama dan Kepercayaan - Edi Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *